Sabtu, 06 Desember 2014

QUANTUM TEACHING



Pengertian
Quantum Teaching adalah ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian, dan fasilitas Supercamp yang diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Eccelerated Learning (Luzanov), Multiple Inteligence (Gardner), Neuro-Linguistic Programming (Ginder dan Bandler), Experiental Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperative Learning (Johnson and Johnson), dan Elemen of Effective Intruction (Hunter).
Selain itu, quantum teaching juga dapat diartikan sebagai pendekatan pengajaran untuk membimbing peserta didik agar mau belajar. Menjadikan sebagai kegiatan yang dibutuhkan peserta didik. Di samping itu untuk memotivasi, menginspirasi dan membimbing guru agar lebih efektif dan sukses dalam mengasup pembelajaran sehingga lebih menarik dan menyenangkan. Dengan demikian diharapkan akan terjadi lompatan kemampuan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Quantum teaching merangkaikan yang paling baik dari yang terbaik menjadi sebuah paket multisensory, multikecerdasan, dan kompatibel dengan otak yang pada akhirnya akan melejitkan kemampuan guru untuk mengilhami dan kemampuan murid untuk berprestasi. Sebagai sebuah pendekatan belajar yang segar, mengalir, praktis dan mudah diterapkan, Quantum Teaching menawarkan suatu sintesis dari hal-hal yang dicari, atau cara-cara baru untuk memaksimalkan dampak usaha pengajaran yang dilakukan guru melalui perkembangan hubungan, penggabungan belajar dan penyampaian kurikulum. Metodologi ini dibangun berdasarkan pengalaman 18 tahun dan penelitian terhadap 25.000 siswa, dan sinergi pendapat dari ratusan guru.
Quantum teaching yang dibangun berdasarkan teori-teori tersebut mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar. Quantum teaching bersandar pada konsep Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Inilah asas utama, alasan dasar yang berada di balik segala strategi, model, dan keyakinan quantum teaching.
Melalui quantum teaching ini, seorang guru yang akan memengaruhi kehidupan murid Anda. Anda seolah-olah sedang memimpin konser saat berada di ruang kelas. Anda memahami sekali, bahwa setiap murid Anda memiliki karakter masing-masing sebagaimana alat-alat musik seperti seruling dan gitar, misalnya, memiliki suara yang berbeda. Bagaimana setiap karakter dapat memiliki peran dan membawa sukses dalam belajar, merupakan inti ajaran quantum teaching.
Prinsip-prinsip dalam quantum teaching
Quantum teaching juga memiliki lima atau kebenaran tetap. Serupa dengan asas utama, sebagaimana disebutkan di atas, prinsip-prinsip ini memengaruhi seluruh aspek quantum teaching. Anggaplah prinsip-prinsip ini sebagai structur chord dasar dari simponi belajar Anda. Prinsip tersebut ada lima, yaitu: 1.) segalanya berbicara; 2.) segalanya bertujuan; 3.) pengalaman sebelum pemberian nama; 4.) akui setiap usaha; dan 5.) jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan.
Dalam pelaksanaannya, quantum teaching melakukan langkah-langkah pengajaran dengan enam langkah yang tercermin dalam istilah TANDUR yang merupakan singkatan dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Yang dimaksud dengan tumbuhkan adalah tumbuhkan minat dengan memuaskan, yakni apakah manfaat pelajaran tersebut bagi guru dan murid. Sedangkan yang dimaksudkan dengan alami adalah ciptakan dan datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar. Kemudian yang dimaksud dengan namai maksudnya harus disediakan kata kunci, konsep, model, rumus, dan strategi yang kemudian menjadi sebuah masukan bagi si anak. Selanjutnya yang dimaksudkan dengan demonstrasikan adalah hendaknya disediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa mereka itu tahu. Kemudian yang dimaksud dengan ulangi, adalah tunjukkan kepada para pelajar tentang cara-cara mengulangi materi dan menegaskan: bahwa aku tahu bahwa aku memang tahu ini. Selanjutnya yang dimaksud dengan rayakan, yakni pemberian pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan perolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.
Dari kerangka konseptual tentang langkah-langkah pengajaran dalam quantum teaching tersebut terlihat adanya empat ciri sebagai berikut, pertama adanya unsur demokrasi dalam pengajaran. Hal ini terlihat bahwa dalam quantum teaching terdapat unsur kesempatan yang luas kepada seluruh para siswa untuk terlibat aktif dan partisipasi dalam tahapan-tahapan kajian terhadap suatu mata pelajaran. Kedua sebagai akibat dari ciri yang pertama, maka memungkinkan tergali dan terekspresikannya seluruh potensi dan bakat yang terdapat pada diri anak. Ketiga adanya kepuasan pada diri si anak. Hal ini terlihat dari adanya pengakuan secara proporsional. Keempat adanya unsur pemantapan dalam menguasai materi atau suatu keterampilan yang diajarkan. Hal ini terlihat dari adanya pengakuan terhadap sesuatu yang sudah dikuasai anak. Kelima, adanya unsur kemampuan pada seorang guru dalam merumuskan temuan yang dihasilkan si anak, dalam bentuk konsep, teori, model dsb.

Rabu, 05 November 2014

Memimpikan Dandelion

 
Prinsip hidupku, aku selalu ingin mandiri, kuat, dan hebat seperti dandelion. Dandelion adalah bunga liar yang kuat. Bahkan saat tumbuhan lainnya mati, dandelion tetap hidup. Menahun. Dandelion bisa hidup di mana saja asalkan ada sinar matahari. Di sela-sela batu, di dekat rel kereta api, ataupun di retakan-retakan trotoar pun dia bisa hidup. Dan aku pun ingin seperti itu. Aku ingin hidup seperti dandelion.

Mengutip dari Novel "Bunga Cantik di Balik Salju (Si Mungil yang Meniup Bunga Dandelion) Karya Titik Andarwati atau T. Andar.